Motif Batik
Setiap motif batik Indonesia memiliki makna filosofis yang menunjukkan kedalaman pemahaman terhadap nilai-nilai lokal.
Teknik Pembuatan
Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori, meskipun sekarang batik dapat dibuat diatas bahan lainnya
Jenis Canting
SCanting merupakan alat utama pembatik, umumnya terbuat dari lempengan tembaga tipis yang menyerupai mangkok berdiameter kurang lebih 2 cm.
Jenis Malam
Malam merupakan lilin yang dicairkan, digunakan untuk menggambar motif batik. Malam terdiri dari berbagai macam jenis
Perawatan Batik
Setiap Batik memiliki variasi harga yang berbeda tergantung dari bahan, motif serta proses pewarnaan. Agar batik yang kita miliki tetap terjaga kualitasnya, maka dibutuhkan perawatan secara khusus.
Batik Indonesia
Jenis Canting
Canting merupakan alat utama pembatik, umumnya terbuat dari lempengan tembaga tipis yang menyerupai mangkok berdiameter kurang lebih 2 cm. Di bagian bawah pinggir, terdapat pipa bengkok dengan berbagai ukuran. Mangkok itulah tempat menampung malam cair.
Sedangkan pipa berfungsi sebagai tempat mengalirnya malam ke mori yang akan dibatik. Bentuk dan diameternya beragam terkait dengan jenis dan fungsi. Dengan diameter ini pembatik membedakan kegunaan tiap canting, umumnya tiap pembatik memiliki 4-5 jenis canting yang akan sering dipergunakan.
Menurut fungsi
Canting Reng-Rengan
Dipergunakan untuk membatik Reng-Rengan, yang merupakan batikan pertama kali sesuai dengan pola sebelum dikerjakan lebih lanjut. Yang membatik disebut ngrengreng. Reng-rengan dapat diartikan kerangka. Batikan hasil mencontoh pola batik kerangka ataupun bersama isi disebut Polan. Canting reng-rengan bercucuk sedang dan tunggal.
Canting Isen
Untuk membatik isi bidang, atau untuk mengisi polan. Canting ini bercucuk kecil tunggal maupun rangkap.
Besar kecil cucuk
Canting carat (cucuk) kecil.
Canting carat (cucuk) sedang.
Canting carat (cucuk) besar.
Banyaknya carat (cucuk)
Canting Cecekan
Bercucuk satu (tunggal), kecil, dipergunakan untuk membuat titik-titik kecil. Orang yang membuat disebut “nyeceki”. Selain itu digunakan juga untuk membuat garis-garis kecil.
Canting loron
Berasal dari kata loro = dua. Bercucuk dua, berjajar atas dan bawah, dipergunakan membuat garis rangkap.
Canting telon
Telon (telu) = tiga. Bercucuk tiga dengan susunanbentuk segi tiga. Kalau dipergunakan untuk membatik, maka akan terlihat bekas segi tiga yang dibentuk oleh tiga buat titik sebagai pengisi.
Canting prapatan
Prapatan (papat) = empat. Bercucuk empat, digunakan untuk membuat empat buah titik yang membentuk bujur sangkar sebagai pengisi bidang.
Canting liman
Liman = lima. Bercucuk lima.
Canting byok
Bercucuk tujuh buah atau lebih. Digunakan untuk membentuk lingkaran kecil yang terdiri dari titik-titik, sebuah titik atau lebih, sesuai dengan banyaknya cucuk atau besar kecilnya lingkaran. Biasanya bercucuk ganjil.
Jenis Malam
Malam merupakan lilin yang dicairkan, digunakan untuk menggambar motif batik.
Malam terdiri dari berbagai macam jenis, seperti:
Malam Tawon
Dari sarang lebah
Malam Klenceng
Dari sarang lebah klenceng
Malam Timur
Belum teridentifikasi asalnya, namun merupakan jenis yang terbaik
Malam Putih
Dari minyak latung yang diproduksi masal
Malam Songkal
Minyak latung yang diproduksi masal
Keplak dan Gandarukem
Lilin yang digunakan sebagai bahan campuran
Parafin
Berasal dari minyak bumi, bersifat mudah retak sehingga biasa digunakan sebagai campuran atau isen latar untuk kesan retakan yang halus.
Penyelusuran batik dengan ke-khas-annya masing-masing di wilayah Nusantara.







