• Jaman Kerajaan

    Pada jaman kerajaan Majapahit, pusat pembuatan batik pada waktu itu berada di daerah Mojokerto dan Tulung Agung.

  • Jaman Kolonial

    Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu.

  • Setelah Kolonial

    Pada jaman ini, terutama setelah Perang Dunia ke-2, gaya encim yang di kembangkan oleh peranakan Tionghoa tidak banyak berubah

Sejarah Batik

Jaman Kolonial

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah.

Pada jaman kolonial ini, bangsa penjajah memberikan sumbangsih pada batik berupa corak bunga yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Namun, meskipun demikian, batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Gaya batik di jaman ini disebut gaya Batik Compagnie/gaya eropa, yang banyak ditemukan di Pekalongan dan popular pada akhir abad ke-19. Gaya ini populer ketika para perempuan Indo-Belanda Eurasia mulai membuat batik mereka sendiri dengan menyewa pembatik Jawa dalam pembuatan desain batik berdasarkan ide dari mereka.

Batik ini hanya dibuat dan ditujukan hanya untuk peranakan Indo-Belanda Eurasia. Bentuk batik ini biasa dibuat dalam sarung, kain panjang, sarung bantal, gorden dan taplak meja serta piyama. Biasanya dipakai pada waktu di rumah atau berkegiatan sosial. Motif-motifnya seperti sleeping beauty, bunga pernikahan, kapal, tentara atau orang belanda dll.

Kata batik berdasarkan etimologis (asal muasal kata) nya, merupakan gabungan dari dua kata bahasa Jawa, yakni ‘amba’ yang bermakna menulis, dan ‘titik’ yang bermakna titik.

map of indonesia

Penyelusuran batik dengan ke-khas-annya masing-masing di wilayah Nusantara.