• Jaman Kerajaan

    Pada jaman kerajaan Majapahit, pusat pembuatan batik pada waktu itu berada di daerah Mojokerto dan Tulung Agung.

  • Jaman Kolonial

    Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu.

  • Setelah Kolonial

    Pada jaman ini, terutama setelah Perang Dunia ke-2, gaya encim yang di kembangkan oleh peranakan Tionghoa tidak banyak berubah

Sejarah Batik

Setelah Kolonial

Pada jaman ini, terutama setelah Perang Dunia ke-2, gaya encim yang di kembangkan oleh peranakan Tionghoa tidak banyak berubah. Salah satu  salah satu wilayah di Pekalongan kemudian merupakan jantung dari gaya batik encim ini yaitu Kedungwuni.

Batik pun berkembang tidak hanya di pulau Jawa, melainkan juga ke pulau Sumatera dan Kalimantan. Di Sumatera, Batik berkembang baik di daerah Padang, Jambi, Palembang dan Lampung. Gaya Sumatera ini biasa diaplikasikan dalam sarung, ikat kepala, selendang/kudhung.

Sedangkan untuk motif dan polanya, kebanyakan terinsipirasi dari Jawa, terutama Cirebon dan Lasem, yang merupakan dua pemasok batik besar ke Sumatera. Motif gaya batik ini biasa bergambar phoenix (lokcan), pola-pola seperti india dengan warna merah dan biru serta kuning keputihan dilatarbelakangnya

Pada perkembangannya, juga terdapat Batik Tiga Negeri yang merupakan kombinasi dari gaya pedalaman dan pesisir Jawa. Motifnya terdiri dari garis miring di latarbelakangnya, di warnai dengan soga merah, dengan motif flamboyan pasisir seperti bunga dan daun dalam warna merah Laseman dan biru/indigo Pekalongan.

Kata batik berdasarkan etimologis (asal muasal kata) nya, merupakan gabungan dari dua kata bahasa Jawa, yakni ‘amba’ yang bermakna menulis, dan ‘titik’ yang bermakna titik.

map of indonesia

Penyelusuran batik dengan ke-khas-annya masing-masing di wilayah Nusantara.